Home > Teknopedia > IndiHome, Henti Napas dan Menjadi Content Writer cum Bapak Rumah Tangga yang Profesional

IndiHome, Henti Napas dan Menjadi Content Writer cum Bapak Rumah Tangga yang Profesional

indihome

IndiHome menjadi teman setia yang paling bisa diandalkan buat seorang freelance content writer sekaligus bapak rumah tangga seperti saya.

Saya adalah seorang jurnalis, yang sejak tahun 2018 memilih menjadi freelance content writer sambil merawat kedua anak saya. Sedangkan istri saya adalah seorang guru di salah satu sekolah swasta yang ada di Bandar Lampung.

Yap, pilihan menjadi content writer sekaligus bapak rumah tangga adalah pilihan paling realistis ketika itu. Saya tak hanya menyelesaikan deadline-deadline tulisan tapi juga merawat dan membesarkan kedua anak saya, khususnya kepada anak pertama saya yang sangat spesial.

Divonis Henti Napas (Breath Holding Spells)

Keputusan menjadi freelance cum bapak rumah tangga ini saya ambil bukan tanpa alasan. Saya bahkan harus rela melepas posisi yang selama ini menjadi zona nyaman buat saya.

Tuhan menguji lewat anak tertua kami, Raaga . Ia membutuhkan perhatian khusus karena memiliki gejala henti napas atau Breath Holding Spells (BHS) yang memang harus mendapat perhatian ekstra.

Kondisi ini, menurut dokter menuntut perhatian khusus dari orang tua, untuk tetap menjaganya senyaman mungkin, agar tidak bermain terlalu larut yang bisa memicunya untuk berada dalam kondisi kesenangan yang berlebihan (euforia) atau bahkan membuatnya berada dalam kondisi emosi yang memicunya untuk menangis karena akan berpotensi terhadap munculnya gejala henti napas ketika anak kami sedang dalam keadaan euforia atau emosi yang berlebihan.

Gejala henti napas ini baru kami ketahui, ketika kami sedang berlibur ke salah satu obyek wisata. Saat itu, kami memintanya untuk menyudahi permainannya, yang malah membuatnya marah dan menangis tanpa suara hingga akhirnya pingsan dan bahkan beberapa bagian tubuhnya berubah menjadi biru pucat selama beberapa menit. Ia baru mulai sadar setelah oksigen dalam tubuhnya mengalir kembali dengan normal.

Baca Juga: Menengok Keindahan Pulau Tidung di Teluk Jakarta

Dihadapkan pada Dua Pilihan yang Berat

Istri saya tak punya pilihan. Karena sebagai guru di sebuah sekolah swasta, ia terikat kontrak dan bakal dikenakan sanksi tertentu jika memutuskan berhenti saat masa kontrak masih berjalan.

Sebagai konsekuensinya, maka saya yang harus mengalah dan merelakan posisi sebagai redaktur pelaksana sebuah media massa besar di Lampung untuk sepenuhnya merawat kedua anak kami.

Ketika itu, kantor saya belum memiliki opsi work from home apalagi memberikan keringanan untuk saya bekerja dengan pilihan waktu tertentu (sore hari) khususnya setelah istri saya pulang mengajar, karena deadline-deadline berita yang harus diterbitkan melalui media cetak maupun online menuntut kehadiran saya.

Dalam masa-masa itu, kami khususnya saya, tergagap mencari peluang penghasilan yang bisa dikerjakan dari rumah. Karena kala itu pekerjaan freelance belum sebanyak seperti sekarang. Sementara tak mungkin mengandalkan penghasilan dari istri saja, banyak biaya yang kami butuhkan, apalagi kedua anak kami masih relatif kecil waktu itu.

Mulai Bekerja sebagai Content Writer Freelance cum Bapak Rumah Tangga

Kondisi kian kompleks, manakala saya sama sekali tak punya keahlian apapun selain menulis, karena saya sudah menekuni dunia jurnalistik ini sejak tahun 2000.

Tapi disisi lain, saya adalah kepala keluarga yang memiliki kewajiban untuk menafkahi anak dan istri.

Sampai akhirnya saya benar-benar memutuskan untuk terjun secara total menjadi penulis artikel freelance setelah secara tak sengaja membaca sebuah kalimat motivasi bahwa keahlian yang kita miliki saat ini adalah jalan menuju sukses jika ditekuni.

Sejak itu, saya mulai mengaktifkan beberapa blog milik saya yang sempat terbengkalai karena kesibukan aktivitas. Lucunya, salah satu blog yang saya kelola adalah blog informasi seputar lowongan kerja di Lampung.

Saya juga mulai mencari beberapa lowongan content writer freelance di beberapa situs besar termasuk menjadi penulis di beberapa platform User Generated Content yang membayar penulisnya berdasarkan artikel yang dimuat dan jumlah pembacanya.

Waktu itu, saya fokus pada tulisan-tulisan seputar traveling, lingkungan maupun tema keseharian yang memang saya kuasai. Honornya memang tidak terlalu besar, apalagi untuk ukuran penulis freelance yang baru terjun seperti saya. Sebab ternyata, ada perbedaan yang signifikan dalam hal teknik penulisan jurnalistik maupun artikel yang dianggap ramah untuk SEO. Dan, saya harus cepat beradaptasi ketika itu. Syukurnya, saya memiliki basic sebagai penulis sehingga lebih mudah memahaminya.

Alhamdulillah, dalam beberapa bulan sejak resign, saya berhasil menjadi penulis tetap di beberapa blog seputar traveling, apalagi saya memang khusus mengeksplorasi tulisan tentang keindahan pariwisata di Lampung, yang kala itu lumayan terkenal.

Teman sesama blogger bahkan mengikat kontrak dan menjadikan saya sebagai kontributor dengan sistem pembayaran yang dihitung berdasarkan jumlah kata dalam tiap tulisan yang saya kirim.

Sambil terus merintis jalan sebagai content writer, saya juga konsisten menjaga kedua anak saya, khususnya anak tertua saya. Oh ya, konsekuensi lain dari anak yang memiliki gejala henti napas adalah membatasi pergaulannya dengan anak-anak lain. 

Oleh karena itu, saya amat membatasinya dengan lingkungan luar kecuali jika sedang bersama kami.

Karena pernah, saat saya tengah berkonsentrasi membuat tulisan, anak saya itu sempat diajak bermain dengan anak tetangga di teras rumah yang membuatnya keasyikan bermain hingga gejala itu muncul lagi.

Tetangga saya sempat panik dan bahkan merasa bersalah, karena ketika itu sekujur tubuh Raaga sampai terlihat membiru.

Sesuai dengan anjuran dokter, penanganan awal gejala henti napas adalah dengan menggendong anak dan membawanya ke area terbuka dengan sirkulasi udara yang baik agar ia bisa bernapas secara normal kembali. Dalam kondisi tertentu, upaya tindakan penanganannya bisa juga dilakukan dengan memiringkan tubuh anak.

Sejak itu, Raaga hanya bermain dengan Maliq adiknya, di rumah saja, agar mudah saya awasi sambil bekerja.

Setiap Usaha Pasti Ada Hambatan

Dalam setiap usaha pasti ada hambatan, begitu juga dengan profesi yang saya jalani. Sebagai content writer, saya amat tergantung dengan koneksi internet yang stabil, terlebih setiap tulisan yang saya buat membutuhkan analisa dan pengolahan data dari berbagai sumber yang lumayan mendalam.

Sejak pertama kali menjadi content writer, saya memang hanya mengandalkan koneksi internet dengan membagi jaringan data smartphone melalui fitur WiFi di laptop.

Awalnya sih, biar lebih praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk biaya internet bulanan. Apalagi saat itu saya memang tengah dalam proses merintis jalan sebagai content writer jadi memang harus ekstra hemat.

Tapi, lama kelamaan seiring tingginya intensitas penggunaan internet, saya mulai merasa kualitas internet yang saya gunakan terasa kurang memuaskan. Bahkan di jam-jam tertentu, apalagi di jam sibuk, koneksinya menjadi tidak stabil. Selain itu, penggunaan kuota juga jadi terasa lebih boros.

Belum lagi, jika terjadi gangguan yang bisa berjam-jam lamanya. Tak hanya itu, saya bahkan pernah mengalami kuota data yang habis di tengah malam.

Dampaknya, seringkali jadwal deadline saya terganggu, beberapa pengguna jasa saya bahkan kerap mengeluh karena keterlambatan pengiriman artikel yang tak sesuai jadwal. Disisi lain, saya bukan hanya sekedar menuntaskan pekerjaan sebagai content writer, tapi juga merawat kedua anak saya.

Parahnya lagi, untuk menjaga profesionalitas, saya bahkan terpaksa harus bekerja lembur hampir tiap hari hanya agar memperoleh koneksi internet yang baik.

Kondisi ini yang kemudian berdampak pada kesehatan saya. Karena jadi kurang tidur saya sempat beberapa kali sakit.

Dikenalkan dengan IndiHome

Ketika sakit itulah, kakak perempuan saya datang menjenguk dan menyarankan untuk menggunakan IndiHome sebagai pilihan fasilitas internet, setelah sebelumnya istri saya sempat bercerita kepadanya tentang penyebab saya sakit.

Saya sempat berpikir, jika berlangganan IndiHome bakal lebih mahal dari kebutuhan kuota bulanan yang biasa saya keluarkan untuk smartphone saya.

Tapi kakak saya menyarankan untuk mencobanya dulu, apalagi menurutnya aktivitas yang saya lakukan sepenuhnya dilakukan di rumah. Ia bahkan mendaftarkan rumah saya ke IndiHome dengan menggunakan namanya termasuk menalangi biaya pemasangan dan berlangganannya selama tiga bulan penuh :).

Awalnya, saya mengira proses pendaftarannya bakal ribet dan rumit, tapi ternyata kakak saya hanya cukup menghubungi teknisi yang semula memasang koneksi IndiHome dirumahnya.

Kerennya lagi, ada fitur layanan pendaftaran yang cukup menggunakan satu identitas yang sama untuk melayani dua lokasi yang berbeda. Bahkan, saya hanya cukup menyerahkan nomor kontak ponsel dan email untuk memudahkan komunikasi saya dengan IndiHome dalam hal pelayanan dan pengaduan jika sewaktu-waktu terjadi gangguan, (fyi: selama beberapa tahun saya menggunakan layanan IndiHome, saya tak pernah mengalami kendala koneksi internet yang berarti sama sekali).

indihome

IndiHome Aktivitas Tanpa Batas

Merasakan Beragam Manfaat Internet Berkualitas dari IndiHome

Sejak itulah, saya benar-benar merasakan manfaat internet yang berkualitas sesungguhnya lewat layanan IndiHome yang sangat membantu aktivitas saya. Koneksi internet yang stabil termasuk di jam-jam sibuk sekalipun, saya tetap bisa dengan nyaman mengolah data secara mudah dan cepat.

Sejak itu juga, saya merasa jika layanan internet rumah yang juga bagian dari Telkom Indonesia ini memang layak disebut sebagai jaringan internetnya Indonesia.

Keunggulan Internetnya Indonesia untuk Saya dan Keluarga 

Hampir semua keunggulan koneksi ada pada IndiHome, kualitasnya nyaris tanpa cela. Bahkan pelayanannya pun sangat profesional. Saya bisa menghubungi teknisi kapan saja sesuai kendala yang saya alami dan responnya pun amat baik. Teknisi-teknisi ini bahkan dengan sepenuh hati memandu saya jika terjadi gangguan termasuk di malam hari.

Selain itu, ada banyak keunggulan lain dari IndiHome yang amat membantu pekerjaan saya, tak hanya sebagai content writer tapi juga sebagai bapak rumah tangga yang profesional.

Akses Internet IndiHome yang Cepat dan Stabil

Akses internet IndiHome yang cepat dan stabil sangat memudahkan saya, mengolah berbagai data untuk kebutuhan membuat artikel. Dengan tingkat latency yang sangat rendah, kecepatan pemrosesan data IndiHome terasa begitu sempurna buat saya. Dan ini sangat berdampak positif, khususnya terhadap deadline tulisan yang selalu terpenuhi meskipun pesanan artikel sedang banyak saya tak pernah merasa khawatir.

Baca Juga: Tegal Mas Island, a Piece of Paradise in Lampung Bay

Pake IndiHome Bikin Buffering Minggat

Saya pernah mendapat order pembuatan artikel yang materinya dibuat berdasarkan narasi yang ada dalam sebuah konten video untuk diolah menjadi tulisan yang layak baca. Dengan IndiHome, saya tak mengenal apa itu buffering meskipun durasi videonya teramat panjang, kualitas internetnya Indonesia ini memang amat bisa diandalkan.

Oh ya, Raaga sekarang mulai memiliki minat membuat desain karakter monster yang gambarnya banyak ia peroleh dari internet yang kemudian ia kembangkan sendiri gambarnya sesuai dengan imajinasinya. 

Melihat minatnya ini, saya bahkan bercita-cita membelikannya pen tab untuk memudahkannya membuat desain karakter monster rekaannya biar lebih hemat dalam penggunaan kertas. Dan, Alhamdulillahnya gejala henti napasnya juga sudah jauh lebih berkurang.

indihome

Maliq sedang menemani Raaga membuat desain karakter monster

Kuota Unlimited Bikin Akses jadi Tanpa Batas

Dengan IndiHome, saya tak pernah lagi khawatir dengan kuota yang tiba-tiba habis di malam hari. Jaringan fiber optik yang disediakan oleh anak usaha Telkom Indonesia ini sangat bisa diandalkan untuk mengakses internet kapan pun sesuai kebutuhan saya dan keluarga.

Teknisi yang Profesional dan Customer Service yang Jempolan

Satu waktu saya pernah menghubungi layanan customer servicenya untuk menanyakan tambahan paket berlangganan sejumlah TV kabel khususnya tayangan ramah anak yang ada di IndiHome. Responnya luar biasa cepat, mereka bahkan memberikan banyak opsi untuk saya termasuk memberi saran yang amat solutif dalam berbagai hal termasuk keterjangkauan biayanya.

Oh ya, Saya juga pernah punya pengalaman sekaligus pelajaran berharga dari teknisi IndiHome. Saat itu, karena ada beberapa kesalahan setting modem yang saya lakukan membuat koneksi jadi agak terganggu, saya pun menghubungi teknisi yang pernah memasang layanan IndiHome di rumah.

Semula saya pikir, si teknisi ini hanya cukup melakukan panduan melalui sambungan telepon atau melalui Whatsapp. Tapi ternyata, sang teknisi datang langsung ke rumah untuk melakukan perbaikan secara cepat sampai benar-benar memastikan bahwa tidak ada kendala lain yang saya alami.

Karena merasa tak enak hati sudah merepotkannya, saya hendak memberinya sekedar ‘uang terima kasih’ tapi apa yang terjadi sodara-sodara, si teknisi ini menolaknya dengan bahasa yang amat sopan. Ia bahkan menjelaskan, apa yang ia lakukan adalah bagian dari kewajibannya untuk menjamin kepuasan pelanggan. Saya yang mendengar penjelasan itu sampai malu sendiri dan meminta maaf kepadanya.

Jadi Solusi Teach From Home saat Pandemi buat Istri

Ketika pandemi Covid-19 terjadi, IndiHome menjadi solusi efektif buat istri yang merasakan manfaat internet sesungguhnya. Tugasnya sebagai guru amat terbantu dan terasa lebih ringan karena ia bisa dengan leluasa mengajar peserta didiknya secara online berkat bantuan IndiHome.

Proses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan istri, mulai dari membuat materi pelajaran berbasis digital seperti video dan gambar grafis secara online tak pernah ada kendala dan bisa menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui pembelajaran berbasis virtual (virtual learning) dengan amat leluasa.

Dukungan koneksi internet yang stabil benar-benar amat dirasakan olehnya dengan tetap memberikan materi pembelajaran yang berkualitas dan optimal kepada siswa-siswanya. 

Di malam hari, saat anak-anak sudah tertidur pulas, kami kerap duduk satu meja mengerjakan berbagai tugas. Ia juga kerap mengeksplorasi cara membuat materi-materi pelajaran berbasis animasi yang terbaru untuk siswa-siswanya.

Padahal sebelumnya, meskipun memiliki hobi menulis di blog, istri tidak terlalu familiar atau bahkan tidak memiliki basic sama sekali dengan berbagai software maupun aplikasi berbasis olah grafis maupun editing video, tapi berkat IndiHome, ia seperti tertantang untuk menghadirkan materi pembelajaran yang lebih fresh dan tentu saja menarik buat anak didiknya. Dan bahkan banyak teman-teman gurunya dari berbagai daerah yang minta diajarkan kepadanya.

Dan, berkat kegigihan dan prestasinya untuk tetap memberikan yang terbaik kepada siswa-siswanya saat pandemi, istri saya kini diangkat sebagai kepala sekolah.

Proses Pembayaran IndiHome yang Simpel dan Praktis

Sebagai bagian dari Telkom Indonesia, IndiHome memang pantas mendapatkan label internetnya Indonesia. Dengan memberikan berbagai kemudahan yang memanjakan pelanggannya, termasuk saya yang sejak bekerja dari rumah cenderung malas untuk keluar rumah.

Dalam hal pembayaran tagihan misalnya, IndiHome bahkan sudah terintegrasi dengan berbagai platform termasuk e-commerce untuk memudahkan transaksinya. Saya bahkan bisa membayar tagihan, kapan saja dan dimana saja tanpa harus repot keluar rumah.

Meringankan Pekerjaan Saya sebagai Bapak Rumah Tangga

Secara tak langsung IndiHome juga amat membantu dalam tugas saya sebagai bapak rumah tangga lewat ketersediaan jaringan tv kabel khususnya channel tayangan hiburan untuk anak-anak. Jadi, pekerjaan rumah saya benar-benar amat terbantu dan terasa lebih ringan karena Raaga dan Maliq benar-benar merasa terhibur dengan berbagai pilihan channel mulai dari film kartun hingga film-film bertema superhero.

Istri saya yang suka menikmati tayangan ajang pencarian bakat juga merasa nyaman lewat layanan fitur TV On Demand yang bisa ditonton sepulang dari mengajar atau kapan pun ia suka.

Sekarang Alhamdulillah, ekonomi saya dan istri perlahan mulai membaik. Gejala henti napas Raaga juga, berdasarkan hasil serangkaian tes medis yang dilakukan dokter juga mengarah ke hasil yang lebih baik. 

Tahun ini Raaga mulai kami daftarkan di sekolah dasar untuk menghadapi dunianya yang baru yang bakal penuh dengan keriangan, dan kami tak pernah berhenti berdoa agar gejala henti napasnya benar-benar hilang.

Kami bersyukur, Tuhan masih menyayangi kami sebagai hamba-Nya yang berhasil melewati ujian demi ujian ini dengan begitu banyak hikmah yang bisa kami petik.

Saya juga merasa harus berterima kasih kepada IndiHome yang selalu jadi teman pengiring paling setia yang membuat saya bisa seperti sekarang, termasuk kepada sang teknisi yang telah memberikan pelajaran amat berharga bahwa profesionalitas dan kualitas layanan adalah segalanya.

 

Leave a Reply