Home > Wisata > Dia.Lo.Gue, Cara Baru Menikmati Jakarta dalam Dimensi yang Lain

Dia.Lo.Gue, Cara Baru Menikmati Jakarta dalam Dimensi yang Lain

dia.lo.gue

Dia.lo.gue menjadi ruang publik paling tenang, tak ada hiruk pikuk dan menjadi sebuah penghargaan bagi kaum milenial Jakarta.

Anak-anak tangga menuju ke lantai dua itu seperti melayang. Tak ada pagar pembatas maupun railing disisinya, warnanya yang abu-abu pekat begitu kontras dengan warna tembok yang ada di salah satu sisinya.

Lantainya yang mengkilat terkena pantulan cahaya temaram lampu kian menambah kesan eksentrik pada bangunan ini, meskipun hanya memanfaatkan acian semen tapi kesan industrialis langsung terasa.

Belum lagi, pemanfaatan kaca sebagai pengganti dinding ruangan membuatnya serasa tak berjarak. Menikmati secangkir kopi dan kudapan ringan sambil merasakan buaian hangat senja yang mulai kembali ke peraduannya.

Kesadaran para pegiat seni maupun arsitektur terhadap bangunan yang ramah terhadap siapapun menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Jakarta saat ini, untuk melawan kuatnya arus pertumbuhan mall maupun gedung-gedung bertingkat yang cenderung kaku.

Dan, Dia.lo.gue adalah satu dari sedikit bangunan itu. Karenanya, tak heran jika bangunan multifungsi yang terletak di kawasan Kemang ini menjadi tempat paling cozy bagi milenial untuk menikmati Jakarta dalam konsep yang baru ini.

Dia.lo.gue yang pada awalnya difungsikan sebagai galeri seni mulai bergerak secara dinamis dan berusaha menanggalkan kesan eksklusif, sebagai tempat paling nyaman untuk menyesap secangkir kopi hangat beserta kudapannya sekaligus berburu beragam pernik unik yang tidak diproduksi secara massal, selain tentu saja menjadi tempat paling ideal untuk berburu spot-spot foto aeshtetic di Dia.lo.gue.

Baca Juga: IndiHome, Henti Napas dan Kisah Perjuangan Content Writer cum Bapak Rumah Tangga

Konsep Dia.lo.gue

Dia.lo.gue menjadi ruang publik paling tenang, tak ada hiruk pikuk, remaja milenial yang menjadikan tempat ini sebagai tongkrongan wajib mereka menganggap tempat ini sebagai sebuah penghargaan bagi kaum milenial Jakarta.

Pesan itu yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pasangan suami istri Hermawan Tanzil dan Engel Tanzil sebagai pemilik dari Dia.lo.gue, bahwa ruang publik dengan nuansa seni yang ada didalamnya adalah milik dan untuk siapa saja, sebagai tempat belajar dan menikmati seni sekaligus ruang untuk bercengkerama dengan menghadirkan ‘dimensi lain’ dari bangunan Jakarta pada umumnya.

Baik Hermawan maupun Engel Tanzil memang khusus memberikan porsi yang besar kepada seniman rupa dan instalasi untuk memanfaatkan Dia.lo.gue sebagai ekspresi dari berbagai karya seni kontemporer yang senada dengan roh kalangan milenial saat ini yang memiliki kecenderungan sikap berani, tegas sekaligus terbuka pada segala sesuatu yang dinamis.

Demikian pula harapan pasangan ini kepada pengunjung Dia.lo.gue untuk bisa belajar dan menerima seni sebagai sebuah bagian dari gaya hidup yang sebenarnya mampu memberikan ketenangan jiwa.

Nilai Estestis pada Arsitektur Dia.lo.gue

Saat memutuskan membangun Dia.lo.gue, Hermawan memang berkeinginan untuk memiliki sebuah ruang publik yang ramah untuk siapa saja, khususnya pegiat seni. Karenanya, dalam merancang bangunannya, ia menggandeng arsitek Andra Matin yang telah banyak menciptakan bangunan-bangunan yang ikonik.

Dan, tepat pada Desember 2010, Dia.lo.gue yang terdiri dari galeri seni, art shop, kafe hingga kantor desain berdiri dengan menganut konsep bangunan bergaya tropis modern. Bangunan yang terdiri dari dua lantai ini memiliki pembagian fungsi masing-masing, namun tidak ada kesan eksklusif pada tiap pemanfaatan ruangnya, semua bisa diakses oleh siapapun termasuk untuk menikmati spot-spot bangunan yang memiliki nilai estestis tinggi sebagai latar foto dengan nuansa seni yang kental.

Baca Juga: Belajar Menjadi Dermawan dengan Aqiqah

dia.lo.gue

dia.lo.gue

Pemanfaatan Ruang

Sebagai bangunan open space dengan ambience artsy yang ikonik, Dia.lo.gue bisa dimanfaatkan secara fleksibel, mulai dari galeri souvenir, kafe, ruang diskusi, bercengkerama, ruang pameran seni yang ramah untuk siapapun.

Hal ini sesuai dengan logo dari Dia.lo.gue yang memainkan simbol siluet tiga bentuk wajah yang bisa dimaknai sebagai ruang dialog untuk semua kalangan yang hendak menikmati suasana Jakarta dalam bentuk yang lain.

Artspace Dia.lo.gue

Sebagai artspace atau galeri berbagai pameran seni, Dia.lo.gue memiliki konsep terbuka yang bisa diakses oleh siapapun. Dalam kata lain, seorang pengunjung kafe sangat mungkin menikmati berbagai pameran seni yang sedang berlangsung tepat di kursi tempat ia menikmati kopi.

Ruang-ruang pameran yang terbuka dengan penataan bangunan yang artistik seolah ingin membangun kesan terbuka pada seni itu sendiri. Dan terbukti, banyak kalangan milenial yang pada akhirnya ikut menikmati dengan antusias tiap pameran seni disini.

Karenanya, tak heran jika Dia.lo.gue memiliki jadwal pameran dari berbagai aliran seni yang lumayan padat, sebab di Jakarta amat jarang mencari ruang publik dengan fungsi yang terbilang lengkap dengan konsep yang bisa diterima oleh semua orang khususnya generasi muda.

Cafe and Coffee Shop

Penataan meja dan kursi yang menyatu dengan artspace memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi secara langsung dengan semua yang ada di Dia.lo.gue. Di saat sedang tidak ada pameran seni, Dia.lo.gue tak lantas menjadi sepi, sebaliknya tempat ini menjadi ruang bercengkerama hingga berdiskusi yang akrab melalui atmosfer suasana yang ada pada kafe Dia.lo.gue.

Terdapat berbagai menu minuman hingga penganan ringan dengan harga yang relatif terjangkau sebagai teman pengiring diskusi termasuk berbagai jenis sajian berbagai jenis kopi dari berbagai wilayah di Indonesia dengan beragam olahannya.

Dia.lo.gue juga menyajikan berbagai menu makanan ala Indonesian food maupun western yang lezat dengan harga yang terjangkau ala kantong remaja.

Jangan lupa untuk mencicipi nasi goreng hijau khas Dia.lo.gue yang gurih, perpaduan citarasa nusantara dengan bumbunya yang kaya ditambah rasanya yang pedas kian nikmat dipadukan dengan telur mata sapi.

Dengan kafe yang lapang, Dia.lo.gue memang menjadi ruang publik yang tanpa batas untuk melakukan apa saja termasuk menyalurkan berbagai macam hobi seperti fotografi maupun yang lainnya.

Di kafe ini, terdapat dua ruangan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan yakni; ruang indoor serta outdoor. Pada bagian indoor, kafe ini dipenuhi dengan kursi serta meja yang semuanya berbahan kayu dengan desain yang unik sangat pas untuk dijadikan sebagai ruang pertemuan.

Sedangkan pada bagian outdoor, selain bisa lebih leluasa untuk bercengkerama, suasananya yang nyaman dengan penataan kursi dan meja yang rapih dan menyebar di tiap sudut ditambah pemandangan hamparan hijau lapangan dan kolam ikan yang terasa sangat asri.

Art Shop

Ruangan souvenir ini memang sedikit terpisah dari ruangan lainnya, karena ruangan ini memang lebih dikhususkan pada pengunjung yang ingin mencari cinderamata khusus yang hanya ada dan dijual di Dia.lo.gue.

Terdapat berbagai jenis souvenir yang dijual disini, mulai dari lukisan, aksesoris, peralatan rumah tangga, tas hingga pakaian yang diproduksi secara terbatas.

Suasana yang Hangat Sekaligus Damai

Sebagai ruang publik, banyak spot di Dia.lo.gue yang merupakan gabungan dari sejumlah tema, mulai dari seni, industrial, art deco hingga spot-spot yang identik dengan daerah tropis. Udaranya yang sejuk serta jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kemacetan ibukota memang sangat tepat dijadikan sebagai tempat untuk merelaksasi diri dari berbagai aktivitas yang padat.

Hijaunya pepohonan yang dikombinasikan dengan rerumputan yang tertata dengan apik berpadu dengan bentuk bangunan yang aesthetik mampu membuat siapapun betah berlama-lama disini. Terlebih lagi, banyak sudut-sudut ruang di Dia.lo.gue yang instagramable yang mungkin tak bisa didapati di tempat lain khususnya di Jakarta.

Dengan ornamen kayu serta warna-warna yang lembut, tempat ini memang sangat memanjakan mata. Bahkan ketika pertama kali menjejakkan kaki di Dia.lo.gue, sebuah pintu kayu berukuran besar dan unik langsung menyambut.

Tipikal Bangunan Tropis yang Ramah Lingkungan

Arsitek Andra Matin memang ingin memanfaatkan sepenuhnya suasana yang ramah lingkungan, mulai dari pencahayaan yang sepenuhnya mengandalkan cahaya matahari dengan ditunjang dengan jendela-jendela kaca berukuran besar untuk memudahkan sirkulasi udara.

Ditambah lagi, udara sejuk yang dihasilkan dari teduhnya berbagai jenis pepohonan yang tumbuh di dalam komplek bangunan kian melegitimasi suasana tropis yang hangat untuk siapapun.

Fasilitas Dia.lo.gue

Sebagai ruang publik yang dikelola secara profesional, Dia.lo.gue dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, selain galeri seni, kafe maupun toko souvenir. Fasilitas itu meliputi ruang pertemuan, area parkir yang luas hingga perpustakaan.

Jam Kunjungan

Ketika pandemi terjadi, manajemen Dia.lo.gue memang secara khusus membatasi jam kunjungannya agar sesuai dengan protokol kesehatan. Namun, seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Jakarta, Dia.lo.gue kembali membuka jadwal kunjungan normal setiap harinya, mulai dari pukul 11.00 sampai pukul 20.00.

Lokasi

Dia.lo.gue terletak di daerah Kemang, tepatnya di Jalan Kemang Selatan, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Selama ini, Kemang memang menjadi salah satu daerah yang menjadi magnet bagi remaja milenial yang tak hanya terbatas pada warga Jakarta Selatan saja tapi juga pengunjung yang berasal dari berbagai daerah termasuk dari luar Jakarta.

Dan ada begitu banyak akses transportasi untuk bisa mencapai Dia.lo.gue dengan mudah mulai dari memanfaatkan bus Trans Jakarta koridor 6N jurusan Blok M – Ragunan kemudian turun di halte LPPI untuk kemudian dilanjutkan berjalan kaki sejauh kurang dari 100 meter atau bisa juga memanfaatkan transportasi online.

Leave a Reply