Home > Edupedia > Tips Mengajar Mata Pelajaran Biologi agar Siswa Betah

Tips Mengajar Mata Pelajaran Biologi agar Siswa Betah

mata pelajaran biologi

Biologi atau ilmu hayat adalah kajian tentang kehidupan, dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya.

Ilmu biologi modern sangat luas, dan eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang, dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang.

Biologi umumnya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi, dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil, dan vital.

Hakikat Pendidikan Biologi

Pada hakikatnya, dalam pendidikan biologi menekankan adanya interaksi antara siswa dengan obyek yang dipelajari. Dengan interaksi ini memberi peluang kepada siswa untuk berlatih belajar dan mengerti bagaimana belajar, mengembangkan potensi rasional pikir, ketrampilan, dan kepribadian serta mengenal permasalahan biologi dan pengkajiannya.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun tentang Standar Proses, model pembelajaran yang diutamakan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning), model pembelajaran Discovery (Discovery Learning), model pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning), dan model pembelajaran berbasis permasalahan (Problem Based Learning). Berikut rincian penjelasannya;

Inquiry Based Learning

inquiry learning adalah kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk mengajukan pertanyaan, melakukan penyelidikan atau pencarian, eksperimen hingga penelitian secara mandiri untuk mendapatkan pengetahuan yang mereka butuhkan. Dalam model ini, peserta didik diarahkan agar dapat mencari tahu sendiri materi yang disajikan dalam pembelajaran dengan cara mengajukan pertanyaan dan investigasi mandiri.

Discovery Learning

Discovery learning adalah model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk menemukan sendiri pengetahuan yang ingin disampaikan dalam pembelajaran. Model pembelajaran discovery learning adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku.

Project Based Learning

Project based learning (PJBL) atau pembelajaran berbasis proyek adalah salah satu model pembelajaran student centered anjuran kurikulum 2013 yang menggunakan proyek atau kegiatan nyata sebagai inti pembelajaran.
Dalam pembelajaran project based learning peserta didik akan melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintetis, dan pengolahan informasi lainnya untuk menghasilkan berbagai bentuk belajar yang sangat dekat dengan pekerjaan nyata di lapangan.

Problem Based Learning

Problem based learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang mengutamakan penyelesaian masalah umum yang lazim terjadi dalam prosesnya. Problem based learning artinya menciptakan suasana belajar yang mengarah terhadap permasalahan sehari-hari

Paradigma Belajar

Paradigma belajar bagi siswa menurut jiwa kurikulum yang berlaku saat ini adalah siswa aktif mencari bukan lagi siswa menerima. Untuk itu, pembelajaran harus dikembangkan menjadi pembelajaran yang aktif, inovatif, dan kreatif. Salah satu model pembelajaran yang saat ini banyak digunakan oleh guru bidang studi biologi adalah model pembelajaran: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) .

Model pembelajaran Paikem merupakan model pembelajaran yang melibatkan aspek pedagogis, psikologis, dan didaktis secara bersamaan. Aspek pedagogis menunjuk pada kenyataan bahwa pembelajaran berlangsung dalam suatu lingkungan pendidikan.

Guru mendampingi siswa menuju kesuksesan belajar atau penguasaan sejumlah kompetensi tertentu. Aspek psikologis menunjuk pada kenyataan bahwa siswa pada umumnya memiliki taraf perkembangan yang berbeda, yang menuntut materi yang berbeda pula.

Selain itu, aspek psikologis menunjuk pada kenyataan bahwa proses belajar itu mengandung variasi, seperti belajar keterampilan motorik, belajar konsep, belajar sikap, dan seterusnya.

Begitu juga pembelajaran biologi tingkat SLTP maupun SLTA sangat cocok menggunakan pendekatan Paikem dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Paikem merupakan singkatan dari prinsip pembelajaran: Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Strategi Pembelajaran yang Perlu Dipahami oleh Guru Biologi

1. Aktif, artinya guru berusaha menciptakan suasana sedemikian rupa agar siswa aktif melakukan serta mencari pengetahuan dan pengalamannya sendiri tanpa harus menunggu perintah dari guru.
2. Inovatif, pembelajaran harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang ada, tidak monoton. Guru selalu mencari model yang kontekstual yang dapat menarik siswa.
3. Kreatif, agak mirip dengan inovatif, guru harus mengembangkan kegiatan belajar yang beragam, menciptakan pembelajaran yang penuh tantangan, pembelajaran berbasis masalah sehingga mendorong siswa untuk merumuskan masalah dan cara pemecahannya.
4. Efektif, guru harus secara tepat memilih model dan metode pembelajaran sesuai dengan tujuan, materi dan situasi sehingga tujuan dapat tercapai dan bermakna bagi siswa.
5. Menyenangkan, guru harus berusaha dan menciptakan proses pembelajaran biologi menjadi menyenangkan bagi siswa. Apabila suasana menyenangkan maka siswa akan memerhatikan pembelajaran yang sedang berlangsung.

Baca Juga:  6 Aplikasi untuk Membuat Video Pembelajaran melalui Smartphone maupun Komputer

Dalam proses pembelajaran biologi menggunakan pendekatan saintifik yang menekankan pada proses 5 M ( Mengamati, menanya, mengasosiasi, mengeksplorasi, dan mengomunikasi).

Namun, perlu diketahui bahwa 5 M itu, bukan langkah-langkah (sintaks) pembelajaran yang harus dilakukan secara urut dalam setiap pembelajaran, melainkan kompetensi yang perlu dikembangkan pada diri siswa.

Selain itu, disesuaikan dengan strategi pembelajaran yang dipilih dan dapat ditambahkan di mana masing-masing bisa dikembangkan.

Berikut penjelasan mengenai pendekatan saintifik yang menekankan pada proses 5 M.

1. Kegiatan Mengamati

Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan konteks situasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Proses mengamati fakta atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak.

Dalam kegiatan mengamati, guru membuka kesempatan bagi siswa untuk secara luas dan bervariasi melakukan pengamatan melalui kegiatan melihat, menyimak, mendengar, dan membaca guru memfasilitasi siswa untuk melakukan pengamatan, melatih siswa untuk memerhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek.

Selanjutnya guru membuka kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dan dibaca.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru maupun siswa dalam melakukan kegiatan ini pada mata pelajaran biologi, antara lain:

a. Setiap awal pembelajaran, siswa harus membaca teks yang tersedia di buku teks pelajaran biologi untuk peminatan.
b. Siswa dapat bertanya tentang petunjuk penting yang perlu mendapat perhatian seperti istilah, konsep, atau ruang lingkup biologi yang pengaruhnya sangat kuat dan luas dalam kehidupan.
c. Siswa dapat diberikan petunjuk untuk mengamati gambar, foto, charta, torso, atau ilustrasi lain yang terdapat dalam bacaan.
d. Guru dapat menyiapkan diri dengan membaca berbagai literatur yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Siswa dapat diberikan contoh-contoh yang terkait dengan materi yang ada di buku dengan daerah di sekitarnya. Contohnya pemanfaatan tanaman untuk mengobati penyakit.
e. Guru dapat memperkaya materi dengan membandingkan buku teks pelajaran biologi untuk Peminatan dengan buku literatur lain yang relevan.
f. Untuk mendapatkan pemahaman siswa yang lebih komprehensif, guru dapat menampilkan foto-foto, gambar, dan dokumentasi audiovisual (film) yang relevan.

Sebagai contoh untuk guru yang berada di daerah Papua dapat mendokumentasikan burung cendrawasih (Paradisea sp.). Begitu pula dengan di daerah lain dapat mengambil contoh keanekaragaman hayati Indonesia terkait sebaran flora dan fauna di daerahnya masing-masing jika ada.

2. Kegiatan Menanya

Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuan siswa dalam bentuk fakta, konsep, prinsip, prosedur, hukum, dan teori.

Tujuannya agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi secara kritis, logis, dan sistematis (critical thinking skills). Proses menanya bisa dilakukan melalui kegiatan diskusi dan kerja kelompok serta diskusi kelas.
Praktik diskusi kelompok memberi ruang pada siswa untuk mengemukakan ide atau gagasan dengan bahasa sendiri.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru maupun siswa dalam melakukan kegiatan berdiskusi saat mempelajari mata pelajaran biologi, sebagai berikut.

a. Siswa dapat dibagi dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan apa yang sudah mereka baca dan amati dari gambar, foto, charta, atau ilustrasi Iain. Akan tetapi, siswa dapat juga mendiskusikan isi bacaan itu dalam bentuk tanya jawab kelas.
b. Siswa menuliskan pemahaman mereka dari hasil diskusi dan yang belum mereka pahami dari hasil diskusi.
c. Siswa dapat membuat tulisan singkat untuk kemudian didiskusikan.

Baca Juga:  6 Aplikasi untuk Membuat Video Pembelajaran melalui Smartphone maupun Komputer

Guru membimbing siswa agar mampu mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkret sampai abstrak berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, ataupun hal Iain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang disusun dapat bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetis.

Guru melatih siswa menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang dibuat dan memberikan bantuan untuk belajar mengajukan pertanyaan sehingga siswa mampu mengajukan penanyaan secara mandiri.

Melalui kegiatan bertanya rasa ingin tahu siswa dapat dikembangkan. Semakin terlatih dalam bertanya, maka rasa ingin tahu siswa akan semakin berkembang.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi dasar untuk mencari informasi lebih lanjut dan beragam melalui sumber yang ditentukan guru sampai yang dipilih siswa sendiri. Dimulai dari sumber kajian yang tunggal sampai yang beragam.

3. Kegiatan Mengumpulkan Data/Eksperimen/Eksplorasi

Kegiatan eksperimen bermanfaat untuk meningkatkan keingintahuan siswa dalam memperkuat pemahaman fakta, konsep, prinsip, ataupun prosedur dengan cara mengumpulkan data, mengembangkan kreativitas, dan keterampilan kerja ilmiah.

Kegiatan mengumpulkan data atau eksperimen mencakup merencanakan, merancang, dan melaksanakan eksperimen, menyajikan data, mengolah data, dan menyusun kesimpulan. Pemanfaatan sumber belajar termasuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat disarankan.

Tindak lanjut kegiatan bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi dari sumber melalui berbagai cara. Agar terkumpul sejumlah informasi, siswa dapat lebih banyak membaca buku, memerhatikan fenomena atau objek dengan lebih teliti, bahkan melakukan eksperimen.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru maupun siswa dalam melakukan kegiatan eksplorasi informasi saat mempelajari mata pelajaran biologi, sebagai berikut.

a. Guru merancang kegiatan untuk mencari informasi lanjutan baik melalui membaca sumber lain, mengamati dan mempelajari atau mengunjungi lembaga/instansi/dinas yang dapat menunjang materi pembelajaran. Seperti mengunjungi LIPI, Rumah Sakit atau Dinas Kesehatan.
b. Guru merancang kegiatan untuk mengidentifikasi permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan di lingkungan sekitar dan membandingkannya dengan permasalahan biologi di daerah lainnya.
c. Guru merancang kegiatan untuk melakukan wawancara kepada tokoh masyarakat atau pakar yang dianggap paham tentang permasalahan yang dibahas.
d. Jika memungkinkan, siswa dianjurkan untuk menggunakan sumber dan internet.
e. Siswa membuat catatan mengenai informasi penting dan apa yang dibaca dan diamati.

4. Kegiatan Mengasosiasi

Kegiatan mengasosiasi memiliki tujuan untuk membangun kemampuan berpikir dan bersikap ilmiah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru maupun siswa dalam melakukan kegiatan menganalisis informasi saat mempelajari mata pelajaran biologi, sebagai berikut

a. Dapat membandingkan informasi dari situasi saat ini dengan sumber bacaan yang di peroleh dengan sumber yang diperoleh dari buku untuk menemukan hal yang lebih mendalam, meluas, atau bahkan berbeda.
b. Siswa menarik kesimpulan atau generalisasi dari informasi yang dibaca di buku dan informasi yang di peroleh dari lainnya.
c. Data yang diperoleh diklasifikasi, dan ditemukan hubungan-hubungan yang spesifik. Hasil kegiatan mencoba dan mengasosiasi dari kegiatan ini memungkinkan siswa berpikir kritis tingkat tinggi.

5. Kegiatan Mengkomunikasikan

Kegiatan berikutnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan, dan menemukan pola.

Hasil tersebut di sampaikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar siswa atau kelompok siswa tersebut. Kegiatan mengomunikasikan merupakan sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, maupun grafik.

Paradigma Siswa

Keberhasilan dalam pembelajaran biologi juga tak terlepas dari partisipasi siswa yang sesuai dalam paradigma pendidikan yang menuntut siswa untuk tidak bersikap pasif tapi harus juga aktif dalam menerima pelajaran biologi.
Idealnya, siswa juga tidak boleh menganggap proses pembelajaran hanya berlangsung di tingkat sekolah semata tapi juga di luar lingkungan sekolah juga seharusnya menjadi media pembelajaran yang efektif.

Baca Juga:  6 Aplikasi untuk Membuat Video Pembelajaran melalui Smartphone maupun Komputer

Tips Belajar Biologi

Selama ini, kebanyakan siswa menganggap mata pelajaran biologi adalah pelajaran yang membosankan dan tidak terlalu menarik. Akibatnya, kualitas nilai hasil belajar khususnya untuk mata pelajaran biologi cenderung rendah.
Padahal, ada banyak cara untuk bisa mempelajari ilmu biologi secara menyenangkan sehingga mampu menguasai mata pelajaran biologi. Berikut beberapa tips belajar biologi;

1. Menggunakan Visualisasi

Sebagai ide adalah menempatkan informasi abstrak melalui gambar. Apabila, Anda sedang berusaha untuk memahami sebuah konsep daripada pelajaran tersebut maka visualisasi dianggap sebagai teknik yang baik yang dapat membantu Anda dalam mempelajari biologi. Dalam hal ini menggunakan gambar-gambar yang tentunya berhubungan dengan materi ajar, sehingga dapat mempermudah Anda untuk memahami biologi.

2. Metafora Ide

Metafora ide yang lebih kompleks dan bandingkan dengan ide yang sederhana. Beberapa metafora memiliki aplikasi yang sederhana sedangkan yang lain dapat digunakan untuk pemahaman yang lebih mendalam.

3. Menggunakan Diagram

Dengan menggunakan metode di atas, Anda dapat memahami hewan dan tumbuhan dengan lebih baik. Hal ini karena memiliki penjelasan tentang bagian-bagian yang berbeda dari anatomi atau fisiologi. Fungsi dari diagram ini adalah untuk menyortir potongan besar informasi.

4. Pelajari Terminologi

Mempelajari terminologi adalah bagian tersulit dari mata pelajaran biologi. Mengapa dikatakan tersulit? Oleh karena memiliki bnyak istilah yang berbeda. Apabila Anda ingin memahami apa yang Anda pelajari maka, sangat diharapkan untuk lebih memperhatikan dengan benar.
Mencari definisi dan membiasakan diri dengan istilah-istilah tersebut dengan memecah kata-kata yang kompleks untuk mengidentifikasinya.

5. Menguasai Konsep

Untuk mengikuti proses pembelajaran biologi yang efektif, Anda diharapkan menguasai konsep-konsep yang umum sebelum dapat mengatasi hal-hal tertentu.

Anda perlu memahami faktor apa saja yang dapat mengidentifikasi mamalia sebelum mengidentifikasi primata. Dalam hal ini Anda dianjurkan untuk mempelajari proses secara keseluruhan. Untuk mempercepat menghafal proses yang berbeda.

6. Menggunakan Perbandingan Secara Alami

Menggunakan perbandingan secara alami dan tidak hanya membaca dari buku-buku saja, tapi Anda dapat membuatnya nyata dalam kehidupan sehari-hari. Artinya Anda dapat belajar dari kegiatan hidup sehari-hari. Ketika Anda menemukan beberapa fisiologi, metabolisme, dan sebagainya.

Mempelajari berdasarkan kehidupan sehari-hari dapat membantu Anda lebih memahami dengan lebi th baik dan gampang untuk mengingatnya. Sebagai contoh Anda dapat mendengar detak jantung Anda sendiri, dan dapat menghitungnya. Sangat disarankan dalam mempelajari biologi menggunakan contoh dari khidupan sehari-hari.

7. Menggunakan Laboratorium

Menggunakan laboratorium untuk berbagai pelajaran merupakan cara yang sangat baik untuk mempelajari biologi. Ini hal yang sangat penting. Perlu mengadakan praktikumpraktikum. Tak dapat dipungkiri bahwa, laboratorium merupakan sarana yang sangat penting untuk mempelajari biologi. Itu dapat meningkatkan gairah dan minat belajar, dan rasa ingin tahu.

8. Jangan Menyalin

Anda diharapkan untuk tidak mencatat semua apa yang dikatan oleh pengajar, akan tetapi, usahakanlah untuk mendengar dengan cermat apa yang diajarkan dan kemudian memahami, lalu tuliskan dalam bentuk catatan singkat. Ambil inti-inti yang penting. Hal ini akan memudahkan Anda dalam belajar biologi.

Pada prinsipnya, proses pembelajaran biologi merupakan penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif sehingga terjadi interaksi antara subjek didik dengan objek belajarnya yang berupa makhluk hidup dan segala aspek kehidupannya.

Melalui interaksi antara subjek didik dengan objek belajar dapat menyebabkan perkembangan proses mental dan sensori motorik yang optimal pada diri siswa.

Mata pelajaran biologi dikembangkan melalui kemampuan berpikir analitis, induktif dan deduktif untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar dan penyelesaian masalah bersifat kualitatif dan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan pemahaman dalam bidang lainnya.

 

 

 

 

You may also like
video pembelajaran
6 Aplikasi untuk Membuat Video Pembelajaran melalui Smartphone maupun Komputer

Leave a Reply