Home > Ngopi > Bintang itu Bulat bukan Persegi Lima, Bambang!

Bintang itu Bulat bukan Persegi Lima, Bambang!

bintang

Apakah lambang sila pertama harus diubah? Atau bintang laut terpaksa menjadi bulat laut?

Setelah berkali-kali gugling, ternyata bintang, benda langit yang ada di atas langit itu, ternyata tak berbentuk persegi lima, tapi bulat.

Kecuali karena persoalan difraksi, tak ada penjelasan khusus perihal siapa pencetus awal yang membangun persepsi dan menyebut bahwa bentuk bintang itu menjadi persegi lima, sehingga para founding fathers kita menjadikannya sebagai lambang salah satu sila di pancasila, apalagi sila berlambang bintang itu merepresentasikan sebuah keyakinan.

Pun juga siapa yang memberikan nama bintang laut hanya karena bentuknya persegi lima.

Buku-buku cerita dan buku-buku pelajaran sekolah pun masih keukeuh membuat ilustrasi bintang itu berbentuk persegi lima bahkan masih ada embel-embel dua mata dan mulut yang selalu tersenyum pula.

Apa yang mungkin terjadi jika semua orang mulai menyadarinya?

Ternyata tidak terjadi apa-apa. Tak mengguncang seperti corona yang punya mulltiplier effect luar biasa yang sekarang bahkan sudah ada prediksi baru bakal memasuki fase gelombang ketiga.

Tak ada pula perubahan global dan kemudian konsensus dunia yang diwakili oleh PBB sepakat mengubah persepsi bersama bahwa bintang itu sebenarnya bulat dan kemudian memusnahkan buku-buku yang didalamnya masih ada gambar bintang persegi lima. Sedangkan konsensus perubahan iklim saja tak pernah mencapai kata mufakat.

Atau tetiba negara-negara seperti; Maroko, Libya hingga Malaysia yang kemudian mengubah bentuk bintang di benderanya. Bahkan, jika pun Donald Trump yang tempramen itu masih menjadi Presiden Amerika, ia tak lantas marah-marah lantaran terlambat mengetahui fakta bahwa bintang itu bulat dan kemudian menyerang kediaman astronom-astronom dengan roket drone-nya. Hanya karena bendera Amerika bintangnya juga banyak yang membuat negara adidaya itu terlambat mengetahui bentuk bintang yang sebenarnya.

Hal itu amat mustahil, apalagi sampai memicu perang bintang, mustahil.

Sebab, mesin peramban bahkan telah mengulasnya sejak lama, kalau tak salah sejak 2013. Dan, laman online yang serius mengulas bahwa bintang itu bulat bahkan hanya majalah anak kecil yang punya cerita tentang gajah berwarna pink yang lucu, kita semua tahulah, majalah ini pernah menjadi amat hype saat kita masih piyik dulu.

Entahlah, mungkin majalah dengan ikon kelinci berpigmen biru ini tengah berusaha mem-brainstorm atau bahkan sedang mencuci otak anak-anak era youtube sekarang ini untuk sadar bahwa sebenarnya bintang tak bersudut lima.

Dan, menyisipkan pesan serius kepada para pewaris bumi berikutnya bahwa disiplin verifikasi itu, PENTING!.

Dan kita, generasi seventy to ninety dianggap sebagai generasi gagal yang tak berusaha mencari tahu saat dicekoki doktrin bahwa bintang itu persegi lima dengan bersikap permisif dan mengkambinghitamkan minimnya akses teknologi kala itu.

Kita tak berusaha mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan untuk menuding kesalahan ini darimana awalnya. Dan atas konsensus siapa dan bagaimana pula awalnya kesepakatan para moyang itu sehingga resmi menyatakan bahwa bintang itu persegi lima sehingga menjadi lazim sampai sekarang ini.

Ataukah pula, kesepakatan orang-orang jadul ini muncul hanya karena benda langit lainnya seperti bulan dan matahari termasuk bumi sudah bulat. Sehingga terlalu banyak yang bulat diyakini akan menimbulkan kekacauan manusia-manusia selanjutnya, karena khawatir otak manusia akan amat susah membedakannya jika semua harus dipukul rata berbentuk bulat, apalagi matahari, bintang dan bulan sama-sama memancarkan sinar, mbulet.

Ini bahkan belum meluas sampai ke kaum bumi datar. Entah mungkin mereka masih sibuk bersosialisasi bahwa bumi itu datar dan perkara bintang itu bulat urusan nanti, mungkin dengan membentuk subkaum bintang bulat cabang bumi datar.

Kita juga bakal tak yakin, Hotman Paris menjadikannya sebagai tema talkshow yang dianggap hot dengan menggandeng bintang tamu seperti vicky prasetyo, fadli zon, termasuk mochtar ngabalin agar tak terkesan lebih ngawur.

Bisa juga memohon kepada Lucinta Luna sebagai bintang tamu berikut Barbie Kumalasari sebagai representasi pihak yang paling bisa diandalkan dalam urusan berbohong kepada publik. Pun dengan Nikita Mirzani yang doyan sensasi dan somasi itu, biar labelnya kian lengkap ketimbang kemampuan, begitu juga dengan Lucinta Fatah yang tiba-tiba setan menyunatnya terlalu dalam.

Leave a Reply