Home > Ngopi > Pelan tapi Pasti ala Fortune Indonesia

Pelan tapi Pasti ala Fortune Indonesia

fortune

Alon-alon waton kelakon. Peribahasa Jawa yang diungkapkan oleh duo Utomo, Winston dan William selaku Founder IDN Media saat meluncurkan Majalah Fortune Indonesia pada 8 Agustus 2021, atau dua bulan lalu itu, sepertinya amat kontras dengan eksistensi Majalah Fortune di Indonesia.

Dalam sebuah situs pengindeks rating website terkenal dunia, rangking Fortune Indonesia justru meningkat amat pesat hanya dalam dua bulan!. Trafik situs ini secara global yang sejak pertama kali diluncurkan pada Agustus 2021 masih berada di urutan 600-an ribu, maka di bulan Oktober 2021 ini sudah tembus di peringkat 185 ribu atau di peringkat 1.568 untuk rangking Indonesia (hasil penelusuran pada Rabu (20/10/2021)).

Untuk ukuran situs yang masih “bayi”, peningkatan pesat ini menjadi indikator bahwa pengelolaannya benar-benar dilakukan secara serius oleh anak muda yang bertalenta di jaringan media besar sekelas IDN Media yang mampu mengimbangi nama besar Fortune yang sudah melegenda di mata internasional.

Majalah Fortune Indonesia memang terbukti mampu bersaing dengan media-media online yang sudah lebih dulu eksis. Dengan peningkatan rangking yang amat pesat itu, konsep alon-alon waton kelakon yang dimaksud Winston Utomo itu seolah merujuk pada sosok Theo, siput yang memiliki kecepatan super dalam film animasi Turbo (2013).

Seperti diketahui Fortune adalah majalah bisnis skala global yang didirikan oleh Henry Luce pada tahun 1930 melalui jaringan Time Inc, bersama jaringan media raksasa lainnya.

Pada tahun 2010 lalu, Fortune memang sempat berada dibawah naungan salah satu konglomerasi media terkenal di Indonesia, namun entah kenapa namanya sempat redup. Hingga akhirnya kini jaringan media IDN Media mengambilalih nama besar majalah Fortune untuk dihadirkan secara khusus kepada pembaca Indonesia.

Kehadiran Fortune di Indonesia ini relatif unik, setelah hampir 11 tahun ‘hilang’ dan kemudian hadir kembali dengan wajah barunya, majalah Fortune langsung merebut hati pembacanya, atau bisa jadi ini semacam nostalgic yang sudah sedemikian lama terpendam dari para pembaca militan Fortune.

‘Spekulasi’ yang dilakukan oleh jaringan IDN Media khususnya duo Utomo yang visioner itu, membuat eksistensi Majalah Fortune di Indonesia lumayan pesat perkembangannya, apalagi untuk ukuran media digital di Indonesia yang persaingannya lumayan ketat.

Hal ini menunjukkan jika yang muda–yang oleh IDN Media dikenal dengan istilah milenial–dengan segala kreatifitasnya dan berani mengambil resiko ini, ternyata jauh lebih mampu dan berhasil membawa nama besar Majalah Fortune berkibar di Indonesia.

Saya ingat pertama kali mengenal dan baru mengetahui jika Fortune memiliki jaringan di Indonesia yang berada dibawah naungan IDN Media, adalah ketika media ini mengulas tentang dampak parasetamol di Teluk Jakarta.

Fortune mengulasnya secara detail. Topiknya yang lumayan berat, tapi terasa ‘ringan’ untuk dibaca melalui penyajian yang khas sehingga mudah dipahami oleh yang awam sekalipun.

Dari sisi artikel, majalah Fortune Indonesia memang terlihat ‘berbeda’ dengan media sejenis lainnya dalam hal penyajian tulisannya, ada kekhasan tersendiri sehingga pembacanya menjadi amat mudah memahami, bahasanya juga lumayan lugas.

Majalah Fortune Indonesia: Penyambung Lidah Generasi Milenial Berjiwa Wirausaha

Sekilas, menyandingkan Fortune dengan IDN Times memang terlihat kurang gathuk (cocok). IDN Times selama ini identik dengan milenial yang punya kecenderungan dengan sesuatu yang sedang hype, kreatif dan informatif, sedang Fortune ceruk pembacanya lebih ke arah pebisnis yang sangat dinamis dan identik dengan semua yang berbau angka-angka.

Setelah mencari berbagai sumber terpercaya tentang ketidak-gathukan ini semua, ternyata lagi-lagi duo Utomo ini memang memiliki misi besar untuk membawa para generasi milenial Indonesia lebih ‘melek’ terhadap dunia bisnis atau semangat berwirausaha tapi melalui saluran informasi atau referensi yang tepat.

Dan, Fortune adalah sumber referensi yang dirasa tepat untuk generasi milenial agar lebih mampu menatap masa depannya di sektor ekonomi, bisnis, investasi dan finansial.

Karena,  generasi milenial yang aktif membutuhkan sumber informasi berkualitas dan bisa diakses dimana saja serta kapan saja. Pengembangan wawasan dalam aspek bisnis yang luas dan berskala global dengan tingkat akurasi yang tinggi untuk semakin membuka perspektif generasi muda terhadap aspek finansial baik peluang maupun tantangannya.

Sumber informasi dan pengembangan wawasan yang sudah semakin mapan inilah yang bisa dijadikan modal para generasi muda untuk mulai mengembangkan semangat berwirausaha di era digital seperti saat ini agar bisa lebih mampu bersaing dengan dunia global.

Tampilan Fortune Indonesia

Sebagai entitas digital baru, dari sisi tampilan, Fortune Indonesia yang bisa diakses melalui situs resminya, https://www.fortuneidn.com/ memang cenderung mengadopsi tampilan induknya, fortune.com, simpel dan bersih.

Navigasi menunya yang mudah dan informatif dan selalu hadir dengan informasi yang up date amat sesuai dengan taglinenya sebagai sumber berita bisnis, ekonomi dan saham hari ini.

Selain itu, IDN Media selaku pengelola Fortune Indonesia terlihat cukup jeli dengan menambahkan laman atau kategori khusus bertajuk “Sharia” atau syariah yang tentu saja amat berbeda dengan media lainnya yang umumnya hanya memberikan porsi yang sedikit terhadap referensi informasi bagi masyarakat khususnya pelaku ekonomi yang ingin ‘hijrah’ ke konsep perekonomian ala Islam dan itu berhasil dijawab oleh Fortune Indonesia, keren!.

Hanya saja, saya tak melihat laman khusus yang selama ini menjadi ciri khas Fortune yakni; Fortune Ranks, seperti Fortune 500, Global 500, 40 Under 40, Great Place to Work List. Seandainya Fortune Indonesia ada, saya mungkin tak perlu mengakses situs induknya untuk mengetahui orang-orang sukses asal Indonesia yang berhasil di tingkat internasional.

Selain itu, sebagai pembaca setia IDN Media, saya juga berharap agar Fortune Indonesia segera diintegrasikan ke dalam ekosistem IDN Media dalam satu platform beritanya, hanya agar bisa lebih mudah dan lebih cepat mengakses berita-berita terbarunya.

Tapi, terlepas dari itu semua, saya mengapresiasi ekspansi media yang dilakukan oleh IDN Media yang sudah mau “berdarah-darah” menghadirkan ‘kembali’ majalah Fortune di Indonesia di tengah masa pandemi yang serba berat seperti saat ini, sebagai optimisme baru perekonomian Indonesia untuk kembali bangkit. Kondisinya bahkan nyaris sama ketika Fortune dibangun pertama kali di New York tahun 1929, di tengah bayang-bayang Great Depression yang kelam.

Seperti kata Theo a.k.a Turbo dalam film animasi Turbo (2013); “Ambil kesempatan dan resiko, atau bermain aman dan menanggung kekalahan”

Maju terus Fortune Indonesia, Panjang Umur Milenial Indonesia…(msr)

(tulisan ini adalah artikel yang diikutsertakan dalam lomba “Blog Review Competition Majalah Fortune Indonesia”)

Leave a Reply